KARYA ILMIAH MUSIK DAN LAGU SUMATERA BARAT
KARYA ILMIAH
MUSIK
DAN LAGU SUMATERA BARAT
OLEH:
OZA
OKTIVA
11220238
KELAS
1EA07
FAKULTAS
EKONOMI
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
2020
Kata
Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa atas segala rahmat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan karya ilmiah tentang
“Musik dan Lagu Sumatera Barat”.
Karya
tulis ini telah kami susun dengan
maksimal dan mendapat bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat mempelancar
pembuatan karya ilmiah ini.
Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya ilmiah ini.
Terlepas
dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
karya ilmiah ini. Akhir kata, kami berharap semoga karya tulis ini dapat
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.
Jakarta,
4 Desember 2020
Penulis,
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR………………….……………………………............….…………i
DAFTAR
ISI………………………………….…………………………...........………...ii
BAB
I PENDAHULUAN
A. LatarBelakang……………………….……………………………...........…...1
B. Pembatasan
Masalah………………..………………………….……..............1
C. Perumusan
Masalah………………………………………….…….................1
D. Tujuan
Penulisan…………………..………………………............................2
BAB
II PEMBAHASAN
A. Lagu
Daerah…………..……………………………………………….........…3
B. Musik
Daerah……………………..………………………….........………......4
C. Lagu
dan Musik Di Sumatera Barat………………………..........…………….4
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………….……………….........…………..…8
B. Saran……………………………………………………….........…………….8
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kebudayaan umumnya merupakan kebanggaan setiap
bangsa di dunia, dan merupakan cerminan kepribadian atau identitas suatu
bangsa. Salah satu bentuk kebudayaan yang terkait dengan unsur rasa, salah
satunya adalah kesenian. Kesenian merupakan bahasa komunikasi yang universal
dan sangat ampuh dalam menyampaikan pesan dan aspirasi, karena hampir setiap
lapisan masyarakat tanpa mengenal usia semua juga dapat menikmatinya
Ragam kebudayaan juga menyandang ragam kesenian
daerah yang berbeda-beda. Kesenian-kesenian daerah ini banyak yang berhubungan
dengan keindahan bahasa. Ini sering diungkapkan dalam pepatah yang berbunyi:
“yang baik adalah budi yang indah adalah bahasa”. Bahasa merupakan alat yang
sangat vital bagi manusia dalam berkomunikasi. Melalui komunikasi manusia dapat
saling belajar, berbagi pengalaman, dan dapat pula meningkatkan kemampuan
intelektualnya dan juga dalam berkesenian. Begitu juga lagu yang berfungsi
sebagai sarana komunikasi dan musik
merupakan bahasa universal yang mampu menciptakan perdamaian, solidaritas
kemanusiaan, serta dapat memadukan adanya perbedaan-perbedaan. Hal ini akan
dapat mendukung terciptanya suatu media komunikasi di antara sesama manusia.
B.
Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini lebih terarah, terfokus, dan menghindari
pembahasan menjadi terlalu luas, maka kami perlu membatasinya. Adapun batasan
masalah dalam penelitian ini mengenai lagu dan musik Sumatera
Barat.
1. Apa
yang dimaksud dengan lagu daerah?
2. Apa
yang dimaksud dengan musik daerah?
3. Bagaimana
lagu dan musik di Sumatera Barat?
D.
Tujuan
Penelitian
Tujuan penulisan karya ilmiah ini
adalah untuk memenuhi pelaksanaan tugas Ilmu Budaya Dasar khususnya tentang
pembahasan lagu dan musik daerah.
Melalui karya ilmiah ini, kami mencoba untuk memberikan pengetahuan mengenai
lagu dan musik Sumatera Barat yang senantiasa diharapkan untuk dapat dipelajari
dengan baik oleh pembaca.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Lagu Daerah
Lagu daerah
adalah lagu yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer
dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada
umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname. Lagu
kedaerahan mirip dengan lagu
kebangsaan, namun statusnya hanya bersifat kedaerahan saja. Lagu
kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing
seperti Tondokkaadingku dari Jawa Barat dan Rasa Sayange dari
Maluku.
Lagu daerah atau musik daerah ini biasanya muncul
dan dinyanyikan atau dimainkan pada tradisi-tradisi tertentu pada masing-masing
daerah, misal pada saat menina-bobok-kan anak, permainan anak-anak, hiburan
rakyat, pesta rakyat, perjuangan rakyat, dan lain sebagainya. Lagu kedaerahan
biasanya merujuk kepada sebuah lagu yang mempunyai irama khusus bagi sebuah
daerah. Terdapat lagu-lagu kedaerahan yang telah menjadi popular diseluruh
negara hasil penyiaran oleh radio dan televisi.
Beberapa
ciri khas lagu daerah, antara lain sebagai berikut:
1.
Menceritakan tentang keadaan lingkungan ataupun budaya masyarakat setempat yang
sangat dipengaruhi oleh adat istiadat setempat.
2.
Bersifat serdehana sehingga untuk mempelajari lagu daerah tidak dibutuhkan
pengetahuan musik yang cukup mendalam seperti membaca dan menulis not balok.
3.
Jarang diketahui pengarangnya.
4.
Mengandung nilai-nilai kehidupan, unsur-unsur kebersamaan sosial, serta
keserasian dengan lingkungan hidup sekitar.
5.
Sulit dinyanyikan oleh seseorang yang berasal dari daerah lain karena kurangnya
penguasaan dialek/bahasa setempat sehingga penghayatannya kurang maksimal.
6. Mengandung nilai-nilai kehidupan
yang unik dan khas.
B.
Musik daerah
Musik
daerah merupakan sebutan bagi lagu dan iringan musik yang berasal dari wilayah
tertentu di Indonesia. Musik ini menjadi popular karena dinyanyikan berulang
kali secara turun temurun atau dari generasi ke generasi, termasuk juga
generasi dari luar daerah asal musik tersebut. Tentunya terdapat perbedaan
antara seni musik daerah dengan jenis seni musik lainnya yang ada di Indonesia.
Dimana, salah satu yang khas adalah karena diwariskan secara turun temurun
dengan tradisi lisan dan tertulis. Adapun ciri-ciri lainnya adalah teks lagu
menggunakan Bahasa dan dialek daerah setempat. Iringan lagu menggunakan
alat-alat tradisional yang biasa digunakan dalam bermusik. Misalnya lagu Jawa
Barat menggunakan Bahasa sunda yang diiringi angklung atau gamelan.
Musik daerah bukan merupakan ungkapan pesan atau
perasaan perorangan, tetapi lebih merupakan pesan bersifat umum, yang berlaku
bagi orang banyak. Isi lagu lebih banyak berupa nasehat, kebijakan hidup, dan
rasa cinta terhadap alam dan kehidupan bermasyarakat. Musik daerah memiliki
susunan melodi dan syair sederhana, biasanya tidak lebih dari 2-3 bait. Justru
karena kesederhanaan itu, musik daerah mudah diingat dan dinyanyikan oleh
siapapun tanpa harus memiliki kemampuan bermusik yang kuat. Menyanyikan lagu
daerah bertujuan untuk lebih mengenal kekayaan kreativitas musik khas
Indonesia, sekaligus menumbuhkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap budaya
sendiri. Sikap ini akan menimbulkan insiatif untuk selalu memelihara dan
mengembangkan warisan budaya. Ada beberapa contoh lagu daerah dan kegunaannya
seperti Gending Kebo Giro, Nyanyian Katoneng, serta Dodoy.
C.
Lagu
dan Musik Di Sumatera Barat
Musik
Minang adalah salah satu aliran musik Nusantara
baik tradisional maupun modern yang tumbuh dan berkembang di wilayah kebudayaan
Minangkabau. Musik yang asal-usulnya terkait dengan musik melayu ini umumnya dimainkan oleh alat-alat musik seperti talempong, saluang, rabab, serunai, rebana, aguang, gandang, dan biola. Musik Minang juga dimainkan untuk mengiringi berbagai tarian
seperti tari pasambahan dan tari piring.
·
Jenis Musik Minang
1. Musik
Minang Asli
Musik
Minang awalnya dari Qasidah yang berasal sebagai kedatangan dan penyebaran
Agama Islam di Nusantara pada tahun 635 - 1600 dari Arab, Gujarat dan Persia, sifatnya
pembacaan syair agama dan kemudian pembacaan Gurindam, kemudian berangsur
dipakai juga untuk mengiringi tari-tarian. Alat musik yang dipakai hanya
terbatas pada alat musik perkusi berupa pukulan bambu, kayu dan batu, kemudian
juga rebana.
2. Musik
Minang Tradisional
Musik
minang tradisional ditandai dengan gaya atau rentak Minang
dan alat musik tradisional minang. Alat musik tradisional minang itu (lihat
uraian di bawah ini), yaitu: Saluang, Aguang, Gondang, Rebana, Serunai, Talempong, Rabab, dan Bansi.
3. Musik
Minang Modern 1955
Musik
Minang Modern yang dimainkan oleh Gumarang, Teruna Ria, Kumbang Tjari, dan
Zaenal Combo. Musik Minang Modern dipengaruhi oleh musik latin dengan pukulan
bongo dan permainan marakas, biasanya iramanya mirip rumba, cha-cha, atau
mambo. Musik Minang Modern adalah juga cikal bakal Dangdut bersama Musik
Melayu. Alat musik yang dipakai berkembang dengan masuknya alat musik eropa
seperti Akordeon, Biola, Gitar, Piano atau Keyboard, Bas, Drums, Bongo, Saxophone, Clarinet, Trompet, Flute, Maracas, dsb.
·
Alat Musik Tradisional Minang
1. Saluang adalah
alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatra Barat. Alat musik tiup ini
terbuat dari bambu tipis atau talang,
di mana orang Minangkabau percaya bahwa bahan yang paling bagus untuk dibuat
saluang berasal dari talang untuk jemuran kain atau talang yang
ditemukan hanyut di sungai.
2. Bansi atau Suling Minang dengan 7 lubang (seperti rekorder), berbentuk pendek, dan dapat memainkan lagu-lagu tradisional maupun modern karena memiliki nada standar (diatonik). Ukuran Bansi adalah sekitar 33,5 – 36 cm dengan garis tengah antara 2,5—3 cm. Bansi juga terbuat dari talang (bambu tipis) atau sariak (sejenis bambu kecil yang tipis). Alat musik ini agak sulit memainkan, selain panjang yang susah terjangkau jari, juga cara meniupnya susah.
3. Pupuik
Batang Padi adalah alat musik tradisional ini dibuat dari batang padi. Pada
ujung ruas batang dibuat lidah, jika ditiup akan menghasilkan celah, sehingga
menimbulkan bunyi. Sedangkan pada ujungnya dililit dengan daun kelapa yang
menyerupai terompet. Bunyinya melengking dan nada dihasilkan melalui permainan
jari pada lilitan daun kelapa.
4. Pupuik
Tanduak adalah alat musik ini dibuat dari tanduk kerbau (hoorn), dan bagian
ujung dipotong datar untuk meniup. Bentuknya mengkilat dan hitam bersih. Tidak
berfungsi sebagai alat pengiring nyanyi atau tari, jadi sebagai peluit, tanpa
lubang, sehingga hanya nada tunggal. Dahulu digunakan untuk aba-aba pada
masyarakat misalnya pemberitahuan saat subuh dan magrib atau ada pengumuman
dari pemuka kampung.
5. Talempong
(Bonang Minang) di Jawa disebut Bonang yaitu
berbentuk gong kecil yang diletakkan datar, dan terbuat dari kuningan, namun
juga ada yang terbuat dari kayu dan batu. membunyikannya dengan pukulan kayu. Biasanya
talempong dipakai mengiringi Tari Piring,
di mana penari membunyikan piring dengan cicin, dan saling bersautan. Usunan
nada adalah dimulai dengan Do dan diakhiri dengan Si. Cara memainkan seperti
marimba atau kempul dengan nada ganda (tangan kiri dan kanan).
6. Rabab
(Rebab Minang) berasal dari Arab, juga terdapat wilayah lain seperti Deli,
Sunda, Jawa, dll. Rabab Minang sangat unik, selain digesek juga adanya membran
suara di bawah bridge, sehingga mempunyai efek lain (suara serak). Sifat unik
ini menyebabkan cara menggesek juga sulit. badan Rabab ini terbuat dari batok kelapa (Cocos
nucifera).
7. Aguang (Gong Minang) Istilah gong dalam bahasa Minang adalah aguang, bentuknya sama dengan yang ada di daerah lain, seperti di Melayu, Sunda, Jawa, dll. Gong biasanya bersifat pukulan ke satu, ke tiga, atau penutup, sedangkan gong kecil pada pukulan ke dua dan ke empat. Kemudian juga ada variasi sesuai dengan rentaknya.
8. Gandang (Gendang Minang) Istilah gendang dalam bahasa Minang adalah gandang (dalam bahasa Karo Batak gondang), bentuknya sama dengan yang ada di daerah lain, seperti di Melayu, Batak, Sunda, Jawa, dll. Cara memainkan adalah sama juga, yaitu sisi lingkaran kecil di sebelah kiri dan yang lebih besar ada di sebelah kanan. Namun cara memukul antara masing-masing daerah sangat berbeda, yaitu di Minang tergantung dari jenis rentak lagu. Gandang Tasa adalah kesenian tradisional permainan gendang yang populer di Kabupaten Padang Pariaman.
9. Biola
(Biola Minang) Alat musik biola kemudian juga menjadi alat musik tradisional
minang dengan beberapa modifikasi sesuai dengan tradisional minang: rabala dan
rabab darek. Rabab Pesisir Selatan (Rabab Pasisia) adalah salah satu permainan
rabab yang terkenal di Sumatra Barat dengan pemain rababnya yang terkenal
adalah Hasan Basri.
Sumatera Barat.juga terkenal
dengan lagu-lagu daerahnya yang kerap menjadi lagu pengiring tarian. Bahkan
banyak lagu daerah yang berasal dari Sumatera Barat cukup terkenal di Indonesia
dan sering dinyanyikan diberbagai acara nasional. Sumatra Barat memiliki banyak
seniman yang berkecimpung di dunia tarik suara. Lagu-lagu Sumatra Barat
(selanjutnya disebut Minang) tidak hanya berhasil menjadi tuan di tanahnya
sendiri, tetapi bahkan telah mendapat penghargaan secara nasional, seperti yang
di peroleh Zalmon dari perusahaan pita kaset HDX sebagai penyanyi daerah dengan
penjualan tertinggi. Lagu daerah Sumatera
Barat merupakan salah satu bukti kekayaan budaya Indonesia yang
lahir secara turun-menurun sejak dahulu kala. Lagu daerah Sumatera
Barat banyak yang berasal dari budaya nyanyian rakyat dan
diturunkan hingga generasi sekarang. Selain itu ada pula seniman
asal Sumatera
Barat yang menciptakan karya dan akhirnya dikenang
sebagai lagu daerah.
Lagu daerah Sumatera
Barat antara lain: Kampuang Nan Jauh di Mato, Oi Kampuang, Ayam
Den Lapeh, Anak Daro, Badindin, dan banyak lagi
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kebudayaan umumnya merupakan kebanggaan setiap
bangsa di dunia, dan merupakan cerminan kepribadian atau identitas suatu
bangsa. Salah satu bentuk kebudayaan yang terkait dengan unsur rasa, salah
satunya adalah kesenian. Kesenian merupakan bahasa komunikasi yang universal
dan sangat ampuh dalam menyampaikan pesan dan aspirasi, karena hampir setiap
lapisan masyarakat tanpa mengenal usia semua juga dapat menikmatinya. Begitu
juga lagu yang berfungsi sebagai sarana komunikasi dan musik merupakan bahasa universal yang mampu menciptakan
perdamaian, solidaritas kemanusiaan, serta dapat memadukan adanya
perbedaan-perbedaan.
Musik Minang adalah salah satu aliran musik Nusantara baik
tradisional maupun modern yang tumbuh dan berkembang di wilayah kebudayaan
Minangkabau. Musik yang asal-usulnya terkait dengan Musik Melayu ini umumnya dimainkan oleh alat-alat musik seperti talempong, saluang, rabab, serunai, rebana, aguang, gandang, dan biola. Sumatera Barat juga terkenal dengan lagu-lagu
daerahnya dan akhirnya dikenang sebagai lagu daerah.
Lagu daerah Sumatera
Barat antara lain: Kampuang Nan Jauh di Mato, Oi Kampuang, Ayam
Den Lapeh, Anak Daro, Badindin, dan banyak lagi
B.
Saran
Lagu dan musik daerah merupakan kebanggan
setiap daerah dan bangsa Indonesia. Karena setiap daerah memiliki ciri khas
sendiri dalam lagu dan musik yang diciptakannya. Oleh sebab itu, kita harus
tetap melestarikan agar ciri khas setiap daerah tidak hilang atau diakui negara
lain. Dengan cara mempelajari dan melihatkan kepada generasi muda akan
banyaknya keberagaman yang membuat setiap daerah patut kita pelajari .
DAFTAR
PUSTAKA
https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/pengertian-musik-daerah-beserta-ciri-dan-contohnya-6031/
https://id.wikipedia.org/wiki/Musik_Minang
https://id.wikipedia.org/wiki/Lagu_daerah










Komentar
Posting Komentar