KARYA ILMIAH BUDAYA TARIAN LOKAL SUMATERA BARAT

                                                    

KARYA ILMIAH

BUDAYA TARIAN LOKAL

SUMATERA BARAT



 

 

OLEH:

OZA OKTIVA

11220238

 

KELAS 1EA07

FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

2020

Kata Pengantar

 

             Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan karya ilmiah tentang “Budaya Tarian Lokal Sumatera Barat”.

            Karya tulis ini telah kami  susun dengan maksimal dan mendapat bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat mempelancar pembuatan karya ilmiah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya ilmiah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca agar kami dapat memperbaiki karya ilmiah ini. Akhir kata, kami berharap semoga karya tulis ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.

 

Jakarta, 13 November 2020

 

Penulis,


 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR………………….…………………………............…….…………i

DAFTAR ISI………………………………….………………………...........…………...ii

BAB I PENDAHULUAN

A.   LatarBelakang……………………….…………….......…………....………...1

B.   Pembatasan Masalah………………..………………………….…...........…...1

C.   Perumusan Masalah………………………………………….…….................1

D.   Tujuan Penulisan…………………..…………….......................….................2

 

BAB II PEMBAHASAN

A.   Budaya Lokal……………………………………………..………….…..........3

B.   Tarian Sumatera Barat…………………………………………..........………..4

 

BAB  III PENUTUP

A.   Kesimpulan……………………………….……………………….........……12

B.  Saran................................................................................................................12

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

                 

                  Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keaneka- ragaman dan tidak bisa lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuandan kedaerahan. Proses pembangunan yang sedang berlangsung menimbulkan perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga mental manusiapun terkena pengaruhnya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia. Maka dari itu diperlukan sebuah peranan budaya lokaluntuk mendukung ketahanan budaya nasional itu sendiri.

                   Kita juga dapat mengetahui berbagai kebudayaan di Indonesia. Sumatera Barat memiliki berbagai budaya, yaitu rumah adat, pakaian adat, senjata, makanan, wisata, bahkan tarian yang perlu kita pelajari guna melestarikan budaya lokal di era kemajuan saat ini.

B.   Pembatasan Masalah

                   Agar penelitian ini lebih terarah, terfokus, dan menghindari pembahasan menjadi terlalu luas, maka kami perlu membatasinya. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini mengenai Budaya Tarian Lokal Sumatera Barat.

 

C.   Rumusan Masalah

 

1.     Apa pengertian budaya lokal?

2.      Apa saja tarian Sumatera Barat?

 

D.   Tujuan Penelitian

 

 Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi pelaksanaan tugas Ilmu Budaya Dasar khususnya tentang pembahasan Budaya Tarian Lokal Sumatera Barat. Melalui karya ilmiah ini, kami mencoba untuk memberikan pengetahuan mengenai pengertian budaya lokal dan macam-macam tarian Sumatera Barat yang senantiasa diharapkan untuk dapat dipelajari dengan baik oleh pembaca.

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Budaya Lokal

 

Budaya lokal adalah nilai-nilai lokal hasil budi daya masyarakat suatu daerah yang terbentuk secara alami dan diperoleh melalui proses belajar dari waktu ke waktu. Budaya lokal dapat berupa hasil seni, tradisi, pola pikir, atau hukum adat. Indonesia terdiri atas 33 provinsi, karena itu memiliki banyak kekayaan budaya. Kekayaan budaya tersebut dapat menjadi aset negara yang bermanfaat untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia luar.

Budaya Minangkabau sendiri adalah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau dan berkembang di seluruh kawasan berikut daerah perantauan Minangkabau. Budaya ini merupakan salah satu dari dua kebudayaan besar di nusantara yang sangat menonjol dan berpengaruh. Budaya ini memiliki sifat egaliter, demokratis, dan sintetik, yang menjadi anti-tesis bagi kebudayaan besar lainnya, yakni budaya jawa yang bersifat feodal dan sinkretik. Berbeda dengan kebanyakan budaya yang berkembang di dunia yang menganut sistem patrilineal, budaya Minangkabau justru menganut sistem matrilineal baik dalam hal pernikahan, persukuan, warisan, gelar adat dan sebagainya.

Bentuk lain dari budaya lokal adalah tarian tradisional. Tarian tradisional di Indonesia awalnya dipertunjukkan untuk peristiwa tertentu seperti panen, kelahiran, pemakaman, dan pernikahan. Saat ini tradisi tersebut ada yang mengalami pergeseran, tarian dipertunjukkan untuk acara komersial. Namun demikian, hal tersebut dapat menjadi salah satu sarana untuk melestarikan budaya lokal, bahkan untuk memperkenalkan budaya lokal ke tingkat yang lebih luas.

 

B.     Tarian Sumatera Barat

                        Tarian adat daerah provinsi Sumatera Barat sangat banyak mengandung nilai kearifan lokal yang harus mendapat perhatian bersama. Daerah yang beribukota Padang ini masih masuk dalam wilayah pulau Sumatera dan berdampingan dengan Riau dan Sumatera Utara. Tari dari Sumatera Barat ini terbagi menjadi 2 warisan penting, yaitu warisan dari para raja dan warisan dari budaya yang tumbuh dan berkembang dari masa lampau. Semua ini dapat dibuktikan dengan melakukan studi sejarah. Dimana berdasarkan pendapat Aristoteles, sejarah harus ada buktinya.

             Semakin kemari, maka semakin banyak arus budaya luar yang masuk ke Sumatera Barat dan kemudian coba untuk mengganggu kecendrungan warga. Jika warga Sumbar punya prinsip yang kuat, maka tidak akan goyah atas arus budaya asing yang datang. Namun jika prinsip dan kecintaannya kepada budaya lokal lemah, maka diyakini dengan mudah akan goyah. Untuk itu, sangat diperlukan kebijakan pemerintah guna menjaga atau melestarikan kesenian daerah yang ada di Sumatera Barat, khususnya kesenian tari agar tidak punah ditelah sejarah. Berikut tarian adat di Sumatera Barat:

            1. Tari Adat Lilin



                                    Tarian ini sangat identik dengan cerita rakyat Minang yang menjadi asal usul dari tari lilin. Tari lilin merupakan sebuah tarian dimana penari membawa lilin lalu menari dengan iringan musik yang diberikan oleh pemusik. Ceritanya mengisahkan seorang gadis yang mengalami permasalahan ketik ditinggal oleh kekasihnya, ia kehilangan cincin tunangannya. Gadis tersebut menggunakan lilin yang ditempatkan pada piring untuk mencari cincin tersebut. Gerakannya yang gemulai dan indah ketika mencari cincin menjadi sumber asal-usul tari lilin.

2. Tari Adat Paten



Tarian Paten ini biasanya dibawakan oleh masyarakat minang untuk menyambut panen padi. Gerakan-gerakan dalam tarian ini adalah gerakan yang dilakukan para petani ketika mereka mencangkul, membajak dan memanen padi mereka.

3. Tari Adat Pasambahan Minang



Tarian tradisional ini dilakukan khusus sebagai suatu acara penyambutan kepada tamu yang penting yang berasal dari jauh. Contoh situasi lainnya dimana tari dilakukan adalah ketika pengantin pria datang ke rumah pengantin wanita.Keunikan dari tarian tradisional pasambahan adalah alat yang digunakan dalam tariannya. Alat beranama Carano adalah alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk menyerepuai sebuah mangkuk. Carano akan menampung berbagai macam sesajian. Contohnya adalah sirih, rokok, dan barang lainnya yang akan diberikan kepada tamu, yaitu pengantin pria dan keluarganya.

4. Tari Adat Payung



Tarian tradisional dari Sumatera Barat yang dilakukan sebagai ungkapan kasih sayang kepada seorang kekasih. Payung dalam tari payung menjad lambang perlindungan terhadap kekasihnya. Tari payung sering dilakukan secara berpasang-pasangan karena unsurnya yang romantis. Alat lain selain payung adalah selendang yang dapat dipakai wanita, sedangkan payung dipakai pria. Tari payung pada umumnya dibawakan dengan musik dinamis untuk memeriahkan acara seperti pesta, pameran, dan lain sebagainya.

5. Tari Adat Piring



Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat. Pada awalnya, tari ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah. Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang kemudian diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan yang dinamis. Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piring sebagai media utama. Piring-piring tersebut kemudian diayun dengan gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan. Tari Piring merupakan sebuah simbol masyarakat Minangkabau. Di dalam tari piring gerak dasarnya terdiri daripada langkah-langkah Silat Minangkabau atau Silek. Pola lantai tari piring sangat unik dan tidak sama pada tarian daerah lainnya.

6. Tari Adat Randai



Menurut Yoyok RM dan Siswandi, Randai mempunyai beberapa asal usul. Ada yang berpendapat bahwa Randai berasal dari bahasa Arab rayan-li-da’i (berasal dari kata da’i), sebutan untuk pendakwah tarikat Na’sabandiyah. Pendapat lain adalah Randai berasal dari kata handai yang berarti keakraban, keintiman, dan keramahan dalam bahasa Minangkabau.Randai merupakan hasil perpaduan Kaba dan Silek yang dipersatukan dengan gerakan dan syair gurindam yang indah. Kaba dan Silek merupakan bahasa Minangkabau. Kaba berarti kabar atau berita yang disampaikan oleh para pengelana, kaba dapat mencakup berita mengenai ilmu, moral, dan agama. Silek berhubungan erat dengan keahlian seseorang dalam silat dan bela diri.

7. Tari Adat Baralek Gadang



Tari ini menceritakan kehidupan masyarakat Minang yang diawali dengan kehidupan sehari hari mulai dari rumah turun kesawah bertanam padi, memanen dan menumbuk padi sampai makan bajamba. Tarian baralek gadang umumnya diadakan untuk menyambut atau merayakan suatu momentum penting dalam kehidupan Masyarakat Minang, bisa pernikahan atau hal lainnya. 

8. Tari Adat Indang Minangkabau



Tari Indang atau juga dikenal dengan tari Dindin Badindin adalah salah satu tarian khas pesisir Pariaman, Sumatera Barat. Gerakan tari yang tegas serta diiringi dengan tuturan lisan ini sekilas mirip dengan tari saman (Aceh). Namun, gerakan tari Indang lebih variatif dan sarat akan da’wah. Tari Indang diperkirakan diadaptasi dari kebudayaan arab. Dengan bukti Indang yang digunakan serta penuturan lisan yang mengiringi tarian sarat akan shalawat dan dakwah. Karena memang tarian ini dahulunya berfungsi sebagai alat dakwah. Tari indang dulunya dimainkan oleh pemuda-pemuda selepas mengaji di surau-surau. Nyanyian disesuaikan dengan tujuannya sebagai sarana pendidikan dan dakwah islam. Pada masa-masa berikutnya barulah kemudian tarian ini berkembang menjadi tari yang sifatnya hiburan, tanpa menghilangkan sisi dakwah tentunya.

 

9. Tari Adat Rantak Mingkabau



Tari rantak ini merupakan tarian yang bersal dari Minangkabau yang memiliki gerakan dangat dinamis, dan gerakanya juga terinspirasi dari Pencak Silat. Tarian ini merupakan salah satu tarian yang mengedepankan dan menegaskan ketajaman gerakan si penari, keindahan Tarian inni bukan hanya terdapat pada gerakanya saja, Namun juga pada kerentaka penari yang menimbulkan bunyi dari hentakan kaki yang selaras dengan ketegasan gerakan. Tari rantak ini biasanya ditarikan oleh beberapa orang laki-laki dan perempuan dengan menggunakan pakaian yang berwarna merah serat emas, dengan dikombinasikan dengan pakaian yang warnanya cerah, musik yang dinamis serta gerakan yang kuat dan tajam ditambah dengan hentakan kaki, Tari Rantak ini akan menghipnotis mata para penonton yang melihatnya.

10. Tari Adat Galombang Minangkabau



Tari Galombang Minangkabau adalah suatu jenis tarian yang dimainkan untuk upacara dalam tradisi adat maupun acara perkawinan . Tarian ini biasanya dimainkan oleh sepuluh orang atau lebih yang dibagi dalam dua kelompok. Masing-masing kelompok berperan sebagai rombongan pengawal. Jika rombongan tamu utama maupun tuan rumah yang mengadakan perjamuan datang maka akan didahului oleh panari galombang yang melangkah bagaikan pamain silat. Setiap membuat langkah maju, panari akan bertepuk tangan, Sehingga gerakan panari ini berbentuk dua pasukan yang akan berperang.

11. Tari Adat Ambek-Ambek Koto Anau



Tari Ambek-Ambek koto anau adalah tari yang berasal dari daerah Koto Anau, Lembang Jaya, Solok, Sumatera Barat. Tarian tersebut merupakan mimik dari anak-anak ketika mereka bermain, bergelut atau bercanda, pura-pura berkelahi. Tarian dilengkapi dengan menggunakan gerakan pencak silat, atau merupakan olah gerak dan rasa sebagai satu bentuk materi permainan anak nagari Minang.

12. Tari Adat Barabah




Tari Adat Barabah merupakan tarian tradisional Sumatera Barat yang menggunakan gerakan pencak silat dengan iringan drum atau talempong. Tari barabah minimal dilakukan oleh dua orang yaitu laki-laki dan perempuan. Peralatan yang diperlukan untuk tari barabah adalah pakaian adat dan belati.

13. Tari Adat Kain Paisia Selatan / Selendang Minang




Nama tari Kain Paisia Selatan berasal dari nama lokasi tari tersebut yaitu di Salido Ketek, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Sebenarnya asal usul asli dari tari ini adalah dari daerah Darek, namun lebih populer di pesisir selatan. Tari ini dapat dilakukan oleh dua orang, yaitu penari dan pemusik. Tarian tradisional sumatera barat ini diiringi oleh musik gendang. Alat yang digunakan adalah kain khusus yang berbentuk seperti selendang. Penari menggunakan kain tersebut dan memainkannya selama menari.

14. Tari Adat Kiek Gadih Minang



Tari Adat Kiek Gadih Minang merupakan kreasi dari tarian tradisional sumatera barat yang mengangkat unsur-unsur gerakan tari tradisi di daerah Minang. Cerita yang diangkat dari tarian ini tentang kesibukkan gadis-gadis Minang pada waktu pagi hari ketika bersiap-siap melakukan aktifitas dan menuju masjid.

15. Tari Adat Tempurung



Tari tempurung pada umumnya ditujukan sebagai hiburan dan media komunikasi bagi masyarakat Batu Manjulur. Tari Tempurung menggunakan busana khas Minangkabau berwarna hitam. Kurang minatnya generasi muda untuk mempelajari tari tradisional membuat Tari Tempurung saat ini kurang eksis di masyarakat Kanagarian Batu Manjulur. Tari Tempurung adalah tarian yang menggunakan tempurung sebagai properti tariannya. Tarian tradisional Sumatera Barat ini diperkenalkan oleh Ali Muhammad sekitar tahun 1952. Popularitas tari tempurung berkembang sampai ke Nagari Ayei Dingin Padang Sibusuk tahun 1970 hingga 1980. Perkembangan tersebut menurun pada tahun 1990 sampai sekarang, masyarakat di Kanagarian Batu Manjulur tidak lagi menarikan tarian tersebut.

16. Tari Adat Tudung Saji



Tarian tradisional Sumatera Barat ini menggunakan tudung saji sebagai alat utama dalam tariannya. Musik pengiringnya adalah musik melayu yang khas. Tari tudung saji minangkabau pernah masuk ke ajang internasional yaitu Pasar Malam Asia Eindhoven pada 6 Juli 2008.


                                                                       BAB III

PENUTUP

  

 A.    Kesimpulan

 

Budaya lokal adalah nilai-nilai lokal hasil budi daya masyarakat suatu daerah yang terbentuk secara alami dan diperoleh melalui proses belajar dari waktu ke waktu. Sedangkan, Budaya Minangkabau sendiri adalah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau dan berkembang di seluruh kawasan berikut daerah perantauan Minangkabau. Sumatera Barat juga memiliki berbagai budaya, yaitu rumah adat, pakaian adat, senjata, makanan, wisata, bahkan tarian yang perlu kita pelajari guna melestarikan budaya lokal di era kemajuan saat ini.

B.     Saran

 

Begitu banyak ragam kesenian salah satunya tarian daerah. Salah satunya provinsi Sumatera Barat yang juga terkenal dengan banyak tarian. Untuk itu sebagai generasi penerus bangsa baiknya kita mempelajari kesenian daerah khususnya tarian agar tidak diakui negara lain dan terus melestarikan tarian yang sudah ada.

   

 

 

                                                   DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Minangkabau

https://www.nafiun.com/2013/02/budaya-lokal-pengertian-macam-macam-contoh-ciri-ciri.html

https://www.mantabz.com/tarian-adat-daerah-sumatera-barat/#

 

 


 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KARYA ILMIAH MUSIK DAN LAGU SUMATERA BARAT

KARYA ILMIAH SENI GAMBAR DAN LUKIS SUMATERA BARAT